- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 158
Tunjukan Komitmen Bersama Perkuat Integritas, Pertahankan Predikat WBK PA Kota Madiun Gelar Public Campaign dan Aksi Sinergitas di Bulan Suci Ramadhan 1447 H “Ramadhan untuk Keadilan Meningkatkan Integritas dan Keimanan” |05-03-2026|
TUNJUKAN KOMITMEN BERSAMA PERKUAT INTEGRITAS, PERTAHANKAN PREDIKAT WBK PA KOTA MADIUN GELAR PUBLIC CAMPAIGN DAN AKSI SINERGITAS DI BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H “RAMADHAN UNTUK KEADILAN MENINGKATKAN INTEGRITAS DAN KEIMANAN”
Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui penyelenggaraan Public Campaign dan Aksi Sinergitas di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis, (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di depan kantor PA Kota Madiun, Jalan Ringroad Nomor 1, dengan mengusung tema inspiratif “Ramadhan untuk Keadilan: Meningkatkan Integritas dan Keimanan”. Aksi simpatik ini diwujudkan melalui Public Campaign anti korupsi pembagian takjil kepada masyarakat luas sebagai simbol kedekatan lembaga peradilan dengan rakyat sekaligus sarana edukasi antikorupsi.


Dipimpin langsung oleh Ketua PA Kota Madiun, Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I., kegiatan ini diikuti oleh Wakil Ketua Imam Safi’i, S.H.I., M.H., beserta jajaran Hakim, Panitera, Sekretaris, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) hingga PPNPN. Turut hadir memberikan dukungan fungsional, Wakil Ketua Dharmayukti Karini PA Kota Madiun, Ummi Jihadah Imam Safi’i, S.Psi., yang mewakili Ketua Dharmayukti Karini beserta jajaran anggotanya. Semangat yang diusung dalam aksi ini selaras dengan nilai utama ICONIC (Independen, Cerdas, Obyektif, Nyaman, Inklusif, Cashless) yang menjadi identitas pelayanan prima di PA Kota Madiun.
Public Campaign ini bukan sekadar aksi sosial berbagi berkah berbuka puasa, melainkan instrumen strategis untuk membangun opini positif dan pemahaman masyarakat mengenai fungsi lembaga peradilan. Melalui interaksi langsung di lapangan, PA Kota Madiun mengedukasi warga agar tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apa pun dan berani melaporkan segala bentuk pungutan liar di luar biaya resmi perkara. Hal ini merupakan langkah nyata dalam menjaga marwah lembaga dan memastikan bahwa transparansi serta akuntabilitas tetap menjadi fondasi utama dalam melayani para pencari keadilan di wilayah Kota Madiun.

Setelah aksi turun ke jalan, rangkaian acara berlanjut di Aula KH. Abidullah dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan untuk mendengarkan Mauidhoh Hasanah. Dalam tausiahnya, Dr. H. Sofyan Zefri menyampaikan rasa syukur atas pencapaian lembaga yang telah mempertahankan predikat WBK sejak tahun 2024. Beliau memaparkan korelasi mendalam antara ibadah puasa dengan pembentukan integritas, di mana hakikat menahan lapar dan dahaga adalah bentuk pengendalian hawa nafsu yang menjadi akar dari segala perilaku koruptif. Puasa dipandang sebagai madrasah spiritual untuk menciptakan keshalehan ritual sekaligus keshalehan sosial yang bermuara pada peningkatan kinerja dan profesionalitas kerja.
Dalam uraian religiusnya, Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. mengajak seluruh aparatur PA Kota Madiun untuk mendalami esensi Lailatul Qadar sebagai malam paling agung dalam Islam. Merujuk pada Surat Al-Qadr ayat 1–5, beliau menjelaskan pandangan para mufasir seperti dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim yang menekankan bahwa kemuliaan malam tersebut melampaui nilai seribu bulan karena menjadi momentum diturunkannya Al-Qur’an secara sekaligus ke langit dunia. Hal ini sejalan dengan penegasan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadhan adalah bulan hudā linnās atau petunjuk bagi manusia. Mengutip Tafsir Al-Mishbah, beliau memaparkan bahwa peristiwa turunnya wahyu tersebut bukan sekadar kejadian historis di Gua Hira, melainkan awal dari revolusi moral dan intelektual umat manusia yang berbasis pada fondasi ilmu atau semangat Iqra’.
Lebih lanjut, membedah makna Lailatul Qadar dari berbagai sudut pandang ilmiah dan teologis. Beliau menjelaskan bahwa konsep "lebih baik dari seribu bulan" merupakan bentuk akselerasi nilai amal yang dalam manajemen waktu modern dikenal sebagai peak spiritual momentum, yakni puncak produktivitas ibadah tertinggi. Sejalan dengan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, waktu dipandang memiliki dimensi kualitas spiritual yang mendalam, bukan sekadar hitungan kronologis. Secara psikologi spiritual, malam tersebut menjadi ruang kontemplasi dan muhasabah, di mana praktik iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan berfungsi sebagai metode isolasi spiritual untuk memperkuat self-awareness dan pengendalian diri.
Menutup tausiahnya, Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. menggarisbawahi hikmah pedagogis di balik dirahasiakannya waktu pasti kehadiran Lailatul Qadar. Sesuai tuntunan hadis untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, hal tersebut sejatinya melatih konsistensi ibadah dan keteguhan hati umat, bukan sekadar semangat sesaat. Beliau berharap pemahaman yang komprehensif baik secara wahyu, dimensi waktu, maupun transformasi spiritual ini dapat mengantarkan seluruh hadirin menjadi insan yang lebih bertakwa, berilmu, dan meraih keberkahan hakiki di penghujung bulan suci Ramadhan 1447 H.

Serangkaian kegiatan Public Campaign dan Aksi Sinergitas di Bulan Suci Ramadhan 1447 H PA Kota Madiun ditutup dengan ramah tamah, berbuka puasa bersama, shalat Maghrib berjamaah hingga shalat tarawih bersama.
