- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 104
Perkuat Sinergi bersama BUMN, Ketua PA Kota Madiun Hadiri Tasyakuran HUT ke- 68 Tahun Pertamina di Fuel Terminal Madiun |11-12-2025|
PERKUAT SINERGI BERSAMA BUMN, KETUA PA KOTA MADIUN HADIRI TASYAKURAN HUT PERTAMINA KE 68 TAHUN DI FUEL TERMINAL MADIUN 
Ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun, Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I., menghadiri Pengajian dan Do’a Bersama yang dipimpin oleh Gus Kautsar dalam rangka Tasyakuran 68 tahun PT. Pertamina (Persero) bertema “Energizing Indonesia”, pada Kamis (11/12/2025). Kehadiran Ketua PA Kota Madiun pada acara ini merupakan wujud sinergitas antara PA Kota Madiun dengan lembaga pemerintah, badan hukum publik, dan BUMN di wilayah Kota Madiun. Tasyakuran ini berlangsung di PT Pertamina Fuel Terminal Madiun pukul 10.00 WIB dan turut dihadiri Ketua MUI Kota Madiun, Polres Madiun Kota, Bank Syariah Indonesia (BSI) Madiun, PT. Rajawali Nusindo, Telkom Indonesia, KPPN Madiun, serta berbagai instansi dan BUMN lainnya di wilayah Madiun.

Dalam tausiahnya, Gus Kautsar (KH. Muhammad ‘Abdurrahman Al Kautsar), ulama muda dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, menegaskan pentingnya kualitas moral dan akhlak kepemimpinan. Meskipun tidak merumuskan daftar “tiga amalan harian”, beliau menyampaikan tiga prinsip utama kepemimpinan agar membawa keselamatan, keberkahan, dan kecintaan dari rakyat.
Pertama, beliau menekankan bahwa pemimpin yang adil merupakan pemimpin terbaik, bahkan termasuk golongan yang dijanjikan keselamatan oleh Allah SWT. Setiap pemimpin dituntut berlaku adil dalam kebijakan dan keputusan, sebab kezaliman sekecil apa pun dapat merusak tatanan serta menambah beratnya pertanggungjawaban di hadapan Allah maupun masyarakat.
Kedua, Gus Kautsar menyoroti pentingnya hubungan emosional yang kuat antara pemimpin dan rakyatnya. Pemimpin yang ideal, menurut beliau, adalah pemimpin yang dicintai rakyat sekaligus mencintai mereka yang dipimpinnya—baik di pemerintahan, instansi publik maupun BUMN. Kehadiran perilaku dan kebijakan yang membuat masyarakat merasa dihormati, aman, dan nyaman menjadi bukti cinta seorang pemimpin, sementara empati dan perhatian tulus menjadi landasan kokoh bagi kepemimpinan yang berintegritas. Prinsip ketiga adalah meneladani Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Gus Kautsar mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, sehingga seorang pemimpin harus menjunjung integritas, kejujuran, dan tata kelola yang sesuai nilai-nilai Rasulullah.
Menutup tausiahnya, Gus Kautsar memberikan sejumlah nasihat tambahan. Beliau menegaskan bahwa keberadaan pemimpin adalah hal mutlak untuk menjaga ketertiban masyarakat. Para pemimpin diimbau untuk memperkuat keadilan, kebijaksanaan, dan kesabaran dalam menghadapi persoalan publik, serta memperbanyak amalan spiritual seperti membaca shalawat guna memperkuat batin dalam mengemban tanggung jawab yang berat.
Melalui pesan-pesan tersebut, Gus Kautsar berharap agar para pemimpin di berbagai tingkatan mampu menjalankan amanah dengan adil, penuh kasih, dan menjadikan keteladanan Nabi sebagai pedoman, sehingga menghadirkan kepemimpinan yang membawa maslahat bagi masyarakat luas.
Semoga kehadiran Ketua PA Kota Madiun Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I. M.S.I. dalam kegiatan ini semakin memperkuat jalinan sinergi antara PA Kota Madiun dengan instansi pemerintah, BUMN, dan lembaga publik lainnya, sekaligus menjadi dorongan untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Madiun.
