- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 50
PA Kota Madiun Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 |01-06-2026|
PA KOTA MADIUN GELAR UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026
Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin, (1/6/2026). Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar di halaman kantor PA Kota Madiun Jalan Ringroad Barat No.1 Kota Madiun pukul 07.30 WIB dengan dipimpin oleh Wakl Ketua PA Kota Madiun Imam Safi'i, S.H.I., M.H. dan diikuti oleh para Hakim, Panitera, Pejabat Struktural dan Fungsional, seluruh ASN staf pelaksana, CPNS serta security dan cleaning service. Turut ikut serta Wakil Ketua PA Jombang, Hakim PA Ngawi, Hakim PA Magetan dan aparatur PA Ngawi, PA Ponorogo, PA Bojonegoro, PA Kota Kediri, PA Sampang, PA Situbondo, PA Banyumas.
Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, pada tahun 2026 kali ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia".


Upacara dibuka dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara dan dilanjutkan dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih dengan diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara dan pembacaan naskah Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara, kemudian Pembacaan Teks Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh petugas.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Ketua PA Kota Madiun Imam Safi'i, S.H.I., M.H. menyampaikan dalam amanatnya membacakan naskah pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bahwa pada Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Lebih lanjut, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Sebagai bangsa yang besar, diharapkan terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), berperan dalam mediasi konflik regional, serta menjaga konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sebagai pemimpin memiliki keinginan dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Disamping itu, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, Kepala BPIP RI mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.
Beliau juga menitipkan Pancasila di tangan para Menteri dan Kepala Daerah untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan serta harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan Indonesia.
Menutup Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar meneguhkan kembali komitmen kebangsaan Indonesia untuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku, Merdeka!

Upacara diakhiri dengan pembacaan do’a kemudian ditutup dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara. Dan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di PA Kota Madiun ini berjalan dengan khidmat. Adapun yang bertugas sebagai komandan upacara adalah Imam Mahmudi, S.H. (Penata Layanan Operasional), Ajudan Paryono (PPNPN), Pembaca Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Norma Agustina, S.Pd. (Penata Layanan Operasional), Pembaca Do’a Ruchani (Jurusita). Sedangkan Pembawa Acara adalah Erna Sisanti, A.Md. (PPPK Arsiparis Terampil).
