- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 49
Imam Safi’I, S.H.I., M.H. Resmi Menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun |02-06-2026|
IMAM SAFI’I, S.H.I., M.H. RESMI MENJABAT SEBAGAI KETUA PENGADILAN AGAMA KOTA MADIUN

Imam Safi’i, S.H.I., M.H. resmi menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun setelah dilantik dan dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya (PTA) Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. pada Selasa, (2/6/2026).
Prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan ini berlangsung dalam sidang istimewa yang digelar di Aula KH. Abdullah Sidiq Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Jl. Mayjen Sungkono No.7, Surabaya bersama dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua PTA Surabaya dan Ketua Pengadilan Agama di Lingkungan PTA Surabaya serta Pelantikan Hakim Tinggi PTA Surabaya.
Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. dan dihadiri oleh Hakim Tinggi, jajaran aparatur serta Ketua Dharmayukti PTA Surabaya. Turut hadir dalam acara ini Panitera PA Kota Madiun Lucky Aziz Hakim, S.H.I., M.H. dan Sekretaris Agus Widyanto, S.H.I. Pada pukul 09.30 WIB acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI.


Selanjutnya, Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. melaksanakan pengambilan sumpah jabatan Wakil Ketua PTA Surabaya dan Ketua Pengadilan Agama di Lingkungan PTA Surabaya yang kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Sumpah dan pakta integritas serta pemasangan kalung jabatan. Kemudian prosesi pelantikan Wakil Ketua dan Hakim PTA Surabaya serta Ketua Pengadilan Agama di Lingkungan PTA Surabaya.


Dalam acara ini juga dilakukan serah terima jabatan oleh Ketua PA Kota Madiun dari pejabat lama kepada pejabat yang baru dilantik, yaitu dari Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.Si. menyerahkan palu pimpinan dan memori jabatan kepada Imam Safi’I, S.H.I., M.H.

Dalam amanatnya, Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. menyampaikan pesan yang mendalam mengenai esensi penugasan dan pengabdian, bahwa Jabatan yang diemban bukanlah sekadar seremonial pergantian posisi, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk terus memperbarui kapasitas, kompetensi, dan integritas diri dalam melayani dan memanjakan pencari keadilan, sehingga kepercayaan umat kepada PA (Pengadilan Agama) tetap terpelihara dan semakin meningkat. Diharapkan PJ (Pejabat) yang baru dilantik, tidak sekedar menjadi wakil ketua PTA, Hakim Tinggi dan KPA baru dalam pengertian waktu, tetapi menjadi "baru" dalam pengertian substansi. Tidak hanya dalam ungkapan "Ini wakil ketua baru, hakim tinggi baru dan KPA baru" tetapi dalam ungkapan "Ini baru wakil ketua, ini baru Hakim dan ini baru KPA". Kalimat "Ini wakil ketua, Hakim dan KPA baru" hanya bernuansa waktu, tetapi kalimat "Ini baru wakil ketua, hakim dan KPA" bernuansa kapasitas, kompetensi dan integritas.
“Kapasitas dan kompetensi diperoleh dengan meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan integritas diperoleh dengan meningkatkan iman. Peningkatan ilmu pengetahuan dilakukan dengan belajar. Peningkatan keterampilan dilakukan dengan berlatih. Peningkatan iman dilakukan dengan beribadah. Allah SWT akan meningkatkan derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Hujarat ayat 11.” tutur Ketua PTA Surabaya.
Kemudian seorang yang berintegritas adalah orang yang mampu mengintegrasikan lima unsur yang ada dalam dirinya, yaitu; jasad, akal, hati, nafsu dan ruh.
- Keutamaan (kemuliaan) jasad (Rogo) adalah pada kecukupannya, nutrisi yang dikonsumsi tidak boleh berlebih dan tidak boleh berkurang. Harus selalu seimbang.
- Keutamaan (kemuliaan) akal (Cipto) pada keluasannya dengan keluesan akal akan membantu dalam nalar dan berfikir.
- Keutamaan (kemuliaan) hati (roso) pada kebersihan dan kejernihannya. Hati yang bersih dan jernih disebut nurani yang selalu menerangi dan memberi pencerahan.
- Keutamaan (kemuliaan) nafsu adalah pada keterkendaliannya. Nafsu sangat diperlukan untuk pengembangan, akan tetapi jika tidak terkendali, pengembangannya tak ketentuan. Orang yang mampu mengendalikan nafsu adalah orang yang cerdas dan kuat. {الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ Artinya: "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan (mengevaluasi) dirinya dan beramal sebagai bekal setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kosong kepada Allah." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
- Keutamaan (kemuliaan) ruh (sukmo) adalah pada kedekatannya dengan sumbernya (Allah SWT). Kedekatan dengan Tuhan terlihat dari ketekunannya berzikir dan beribadah. Orang yang dekat dengan Tuhannya, jiwanya akan tenang. {أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ketua PTA Surabaya menegaskan bahwa Ilmu pengetahuan baterai/ibarat gas yang membawa lari kencang, sedangkan iman ibarat rem yang akan mengatur kecepatan agar selamat. Dengan ilmu, seseorang akan menjelajahi cakrawala, dan dengan iman seseorang akan terkendali. Ilmu mendorong sedangkan Iman mengarahkan (menentukan arah). KMA (Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H.) selalu mengutip pendapat Buya Hamka: "ilmu tanpa iman bagaikan pelita di tangan pencuri. Iman tanpa ilmu bagaikan pelita di tangan bayi".


Serangkaian acara ini ditutup dengan ucapan selamat. Sebelum dilantik sebagai Ketua PA Kota Madiun, Imam Safi’I, S.H.I., M.H., laki-laki kelahiran Jember ini menjabat sebagai Wakil Ketua PA Kota Madiun sejak 22 September 2023. Kini Beliau menjabat sebagai Ketua PA Kota Madiun menggantikan posisi Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. yang telah mendapatkan persetujuan promosi sebagai Wakil Ketua PA Pamekasan Kelas IB.
Semoga dibawah kepemimpinan Imam Safi’I, S.H.I., M.H. memberikan warna baru PA Kota Madiun. Tentu dengan perubahan estafet baru ini dari Wakil Ketua menjadi Ketua PA Kota Madiun semakin menguatkan integritas dan profesionalitas dalam menjalankan program-program Mahkamah Agung RI dan Ditjen Badan Peradilan Agama, melanjutkan program-program yang digagas dari pimpinan sebelumnya serta berinovasi dalam memberikan pelayanan yang super prima juga meningkatkan prestasi kinerja. Dan setelah PA Kota Madiun berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di tahun 2024 beliau siap mensukseskan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan).
