- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 35
Pengadilan Agama Kota Madiun Raih 6 Penghargaan PTA Surabaya Award Triwulan III Tahun 2026 Dalam Rangkaian Peringatan Milad ke- 32 IPASPI dan ke- 31 PPHIMM Tahun 2026 di Lingkungan PTA Surabaya |29-10-2026|
PENGADILAN AGAMA KOTA MADIUN RAIH 6 PENGHARGAAN PTA SURABAYA AWARD TRIWULAN III TAHUN 2026 DALAM RANGKAIAN PERINGATAN MILAD KE- 32 IPASPI DAN KE- 31 PPHIMM TAHUN 2026 DI LINGKUNGAN PTA SURABAYA

Ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun, Imam Safi'i, S.H.I., M.H., bersama Panitera Lucky Aziz Hakim, S.H.I., M.H., dan Sekretaris Agus Widyanto, S.H.I., M.H. menghadiri Peringatan Milad ke- 32 Tahun Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI) dan ke- 31 Tahun Pusat Pengkajian Hukum Islam dan Masyarakat Madani (PPHIMM) di Lingkungan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya pada Kamis, (29/10/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Jalan Mayjen Sungkono Nomor 7, Surabaya, ini dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., beserta istri, Wakil Ketua Drs. H. Arifin, M.H., para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, jajaran aparatur PTA Surabaya, serta Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Timur. Turut hadir pula para alumni PTA Surabaya serta rekanan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Surabaya dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Surabaya.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia, dilanjutkan pembacaan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian IPASPI yang telah menginjak usia 32 tahun dan PPHIMM ke-31 tahun.

Dalam sambutannya, Panitera Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Ma’sum Umar, S.H., M.H., selaku Ketua I Bidang Organisasi IPASPI Pusat, menyampaikan motivasi, tema, dan pesan kepemimpinan. Beliau menekankan bahwa kelahiran IPASPI berjalan selaras dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda ke-98, yakni patriotik, gigih, dan berempati sebagai wujud bakti pemuda untuk Indonesia. Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IPASPI ke-8 menjadi estafet perjuangan yang terus berlanjut, dimana Pimpinan Mahkamah Agung menegaskan peran strategis Panitera dan Sekretaris dalam mendukung roda peradilan. Melalui PPHIMM, Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya senantiasa mengusung semangat iman anak bangsa.
Pada momen refleksi 32 tahun IPASPI ini, segenap aparatur peradilan turut mengenang dan mendoakan almarhum Bapak H. Tavip Dwiyatmiko, S.H., M.H., yang wafat pada 24 Oktober 2026. Perjalanan organisasi dari tanggal 28 Oktober 1994 hingga 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda merefleksikan catatan sejarah yang panjang. Dengan mengusung semangat perjuangan dan keadilan sosial sebagai landasan utama, gelora "IPASPI Jaya, Integritas Terjaga" terus dikobarkan di setiap lini satuan kerja.

Ketua Pusat Pengkajian Hukum Islam dan Masyarakat Madani (PPHIMM) Pusat, Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., dalam sambutannya turut mengulas perjalanan historis PPHIMM dalam mengkaji, mengembangkan, dan membumikan hukum Islam di tengah dinamika masyarakat madani Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., dalam pembinaan dan sambutannya menyampaikan rasa syukur atas peringatan Milad IPASPI ke-32 dan PPHIMM ke-31 yang diperingati secara bersamaan. Beliau mengingatkan bahwa kedua organisasi ini memiliki hari lahir yang sama, yakni pada tanggal 28 Oktober, meski berbeda tahun pendirian di mana IPASPI lahir pada tahun 1994 dan PPHIMM pada tahun 1995.

Lebih lanjut, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menguraikan akar sejarah kedua organisasi tersebut yang berawal dari satu wadah perjuangan bernama Persatuan Penghulu dan Pegawainya (PPDP). Pada masa kolonial Belanda, PPDP pernah mencatatkan sejarah perlawanan heroik dengan memprotes kebijakan pemerintah kolonial tatkala terjadi pengurangan kompetensi waris di Pengadilan Agama (PA). Saat itu, kewenangan penanganan perkara waris dialihkan secara sepihak ke landrad (pengadilan untuk penduduk pribumi) yang kerap memutus perkara secara keliru. Sejarah singkat ini menunjukkan betapa krusialnya peran perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan eksistensi dan kewenangan peradilan agama yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.
Beliau berharap melalui momentum peringatan Milad ini, seluruh aparatur peradilan semakin memperkuatsolidaritas, profesionalisme, serta dedikasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan keadilan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan launching souvenir peringatan Milad ke-50 Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang jatuh pada Desember 2026, serta prosesi pemotongan tumpeng Milad IPASPI dan PPHIMM sebagai simbol rasa syukur atas eksistensi dan kontribusi nyata organisasi bagi peradilan agama.






Puncak acara semakin meriah dengan digelarnya penganugerahan PTA Surabaya Award Triwulan III Tahun 2026. Pada kesempatan yang membanggakan ini, Pengadilan Agama Kota Madiun kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memborong 6 (enam) penghargaan sekaligus, yaitu:
- Juara I Kinerja Pelayanan Publik dan Kepuasan Masyarakat Perkara <800 perkara
- Juara II Kinerja Kedisiplinan Pegawai (pegawai <45 pegawai)
- Juara III Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 04 pagu <130 juta
- Juara Harapan I Kinerja e-Court Tingkat Pertama <500 perkara
- Juara Harapan I Kinerja Penyelesaian Perkara <500 perkara
- Apresiasi Atas Peringkat 8 dalam Penilaian Kinerja Satuan Kerja oleh Badan Peradilan Agama di Lingkungan Peradilan Agama Triwulan III Tahun 2026 kategori Pengadilan Agama Kelas II
Atas capaian luar biasa ini, Ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun, Imam Safi'i, S.H.I., M.H., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar aparatur Pengadilan Agama Kota Madiun atas dedikasi tinggi yang ditunjukkan sehingga berhasil meraih 6 (enam) prestasi gemilang pada Triwulan III Tahun 2026.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh jajaran. Keberhasilan tersebut bukan merupakan hasil kerja individu, melainkan wujud nyata dari sinergi, kekompakan, integritas, profesionalitas, serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Apresiasi khusus diberikan kepada seluruh Hakim dan tim Kepaniteraan yang konsisten mengawal penyelesaian perkara secara profesional, cepat, dan berkualitas. Apresiasi serupa juga disampaikan kepada tim Kesekretariatan selaku supporting unit yang telah menjalankan fungsi pendukung secara optimal, khususnya dalam pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan akuntabel, sehingga membuahkan capaian IKPA yang membanggakan. Tidak lupa, apresiasi diberikan kepada seluruh aparatur yang senantiasa menjunjung tinggi integritas dan kedisiplinan kerja demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berkelanjutan.
"Rentetan prestasi yang diraih bukanlah sebuah garis finish atau tujuan akhir, melainkan cerminan komitmen kuat seluruh aparatur dalam menghadirkan pelayanan peradilan yang semakin berkualitas serta terus mempertahankan kinerja terbaik kepada masyarakat. Melalui optimalisasi layanan berbasis teknologi informasi, termasuk implementasi penuh sistem e-Court, Pengadilan Agama Kota Madiun berkomitmen untuk terus mewujudkan peradilan yang berkeadilan, berkemanfaatan, dan berkepastian hukum dengan berpedoman pada asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan," tegas Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun.
Diharapkan prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus memberikan yang terbaik. "Mari kita jadikan penghargaan hari ini sebagai standar baru untuk melahirkan prestasi-prestasi berikutnya, baik di bidang Kepaniteraan, Kesekretariatan, pelayanan publik, maupun keterbukaan informasi. Dengan semangat kebersamaan dan integritas, Pengadilan Agama Kota Madiun optimis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan demi mewujudkan badan peradilan yang agung, modern, dan terpercaya," pungkas Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi terbatas guna mengevaluasi kinerja serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan, dan ditutup secara resmi dengan menyanyikan lagu Mars Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam suasana penuh semangat kebersamaan.
