- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 55
Pengadilan Agama Kota Madiun Nonton Bareng Pagelaran Wayang Kulit HUT ke - 81 Mahkamah Agung RI Tahun 2026 |21-08-2026|
PENGADILAN AGAMA KOTA MADIUN NONTON BARENG PAGELARAN WAYANG KULIT HUT KE - 81 MAHKAMAH AGUNG RI TAHUN 2026
Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun menghadiri pagelaran Wayang Kulit secara virtual dengan nonton bareng pada Jum’at, (21/8/2026). Nonton bareng melalui live streaming Youtube Mahkamah Agung Republik Indonesia ini dilaksanakan menindaklanjuti surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor: 345/SEK/UND.HM3.1/VIII/2026, tanggal 18 Agustus 2026, perihal Undangan Pagelaran Wayang Kulit Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung RI secara Live Streaming.

Bertempat di Aula KH. Abidullah Pengadilan Agama Kota Madiun pukul 20.00 WIB, nonton bareng ini dihadiri oleh Hakim Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H., Syahrul Mubaroq, S.H. dan Arina Kamiliya, S.H.I., M.H., Panitera Lucky Aziz Hakim, S.H.I., M.H., Sekretaris Agus Widyanto, S.H.I., para Panitera Muda, Kepala Sub Bagian, serta seluruh Aparatur Sipil Negara Pengadilan Agama Kota Madiun. Turut ikut serta mahasiswa magang Universitas Merdeka Madiun, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung RI Tahun 2026 dan digelar pada malam hari tersebut berlangsung secara hybrid di halaman gedung Mahkamah Agung Jl. Medan Merdeka Utara No. 9-13, Jakarta Pusat serta dihadiri secara langsung oleh Pimpinan, Hakim Agung, Hakim Ad Hoc, segenap Pejabat pada Mahkamah Agung RI, Ketua/Kepala Pengadilan Tingkat Banding di wilayah DKI Jakarta dan Ketua/Kepala Pengadilan Tingkat Pertama di wilayah Jabodetabek serta seluruh tamu undangan lainnya. Dalam acara ini turut dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Periode 2020-2024 Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H. M.H.

Ketua Mahkamah Agung RI YM. Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. dalam sambutan pembukanya mengucapkan selamat atas terselenggaranya pagelaran wayang kulit ini dan menyatakan bahwa acara wayang semalam suntuk malam hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke- 81 Mahkamah Agung yang jatuh pada tanggal 19 Agustus 2026. Banyak kegiatan yang dilaksanakan Mahkamah Agung RI dalam rangka memperingati HUT Mahkamah Agung RI termasuk pagelaran wayang semalam suntuk malam ini. Acara wayang ini sudah menjadi tradisi Mahkamah Agung. Setiap tahun dilaksanakan pagelaran wayang. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada tiga dalang yang akan memainkan cerita wayang tersebut.
Ketua Mahkamah Agung RI juga berpesan agar pagelaran wayang kali ini tidak semata-mata dijadikan tontonan, tetapi ceritanya dapat dijadikan tuntunan dengan Lakon yang diambil dalam pagelaran wayang 1 layar 3 dalang malam ini adalah “Semar Kuning" dan melalui pagelaran wayang kulit, tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan moral mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kebenaran, dan keadilan. Diharapkan pesan moral yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bagi seluruh aparatur peradilan untuk terus berpegang pada integritas dan nilai luhur dalam menjalankan tugas. Peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Mahkamah Agung ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang lembaga peradilan sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas, profesionalitas, independensi, dan pelayanan hukum berkeadilan kepada masyarakat.

Selanjutnya dilakukan menyanyikan lagu Mars Mahkamah Agung Republik Indonesia kemudian prosesi pagelaran wayang kali ini ditandai dengan penyerahan 3 wayang kepada ketiga dalang yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung RI, YM. Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. bersama Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial, YM. H. Suharto, S.H., M.Hum. dan Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Dr. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. didampingi oleh YM. Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Agung Periode 2021 - 2024).
Setelah prosesi pembukaan selesai, ketiga dalang mulai membuka dan memainkan wayang secara kompak dan harmonis. Lakon “Semar Kuning" tahap demi tahap dipaparkan oleh ketiga dalang. Pagelaran wayang kulit ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya bangsa, tetapi juga merupakan simbol perenungan atas perjalanan panjang Mahkamah Agung RI selama delapan puluh satu tahun dalam menegakkan keadilan di Indonesia.
Dengan mengangkat tema budaya dalam momentum peringatan HUT ke-81 ini, Mahkamah Agung menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri lembaga peradilan Indonesia. Pertunjukan wayang ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, namun juga sarat dengan pesan moral dan filosofi kehidupan. Lakon "Semar Kuning" sebuah pertunjukan yang memadukan kekuatan seni pedalangan dengan pesan-pesan kehidupan yang relevan dengan nilai kepemimpinan dan keadilan.

Para peserta menyimak dengan antusias jalannya pertunjukan yang berlangsung dengan khidmat. Lakon Semar Kuning menghadirkan suasana peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI dengan sentuhan budaya yang memperkaya makna kebersamaan. Melalui kebersamaan dalam menyaksikan salah satu warisan budaya Indonesia, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan membangun semangat kekeluargaan seluruh aparatur Pengadilan Agama Kota Madiun.
Kehadiran aparatur Pengadilan Agama Kota Madiun dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam memaknai perjalanan Mahkamah Agung selama delapan puluh satu tahun sebagai sarana memperkuat integritas dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
