- Details
- Category: BERITA SEPUTAR PENGADILAN
- Hits: 58
PA Kota Madiun Laksanakan Upacara Peringatan Harkitnas ke-118 Tahun 2026 “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” |20-05-2026|
PA KOTA MADIUN LAKSANAKAN UPACARA PERINGATAN HARKITNAS KE-118 TAHUN 2026 “JAGA TUNAS BANGSA DEMI KEDAULATAN NEGARA

PA Kota Madiun melaksanakan Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke- 118 Tahun 2026 pada Rabu, (20/5/2026). Upacara yang dilaksanakan di halaman kantor PA Kota Madiun Jalan Ringroad Barat No.1 Kota Madiun ini diikuti oleh para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, seluruh ASN, CPNS serta security dan cleaning service. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Hakim Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H.
Hari Kebangkitan Nasional ini diperingati setiap tanggal 20 Mei dan Tema Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 118 Tahun 2026 adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.


Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara dilanjutkan dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih diiringi menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara dan pembacaan naskah Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Upcara dilanjutkan dengan Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945 oleh petugas.

Dalam amanat Inspektur Upacara, Hakim Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H. membacakan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP, yang berisi bahwa tepat di tanggal 20 Mei 2026, kembali merefleksikan momentumfundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah "fajar menyingsing" bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Lebih lanjut, secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Adapun Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah " Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. Dalam hal ini pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam pelindungan generasi muda di ruang digital. Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya.
Diakhir pidato amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menegaskan kepada seluruh bangsa Indonesia agar meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api "Boedi Oetomo" dalam setiap lini kehidupan. Beliau menagajak menjadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.
Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke- 118 Tahun 2026 ini diakhiri dengan pembacaan do’a oleh petugas, kemudian ditutup dengan penghormatan kepada Inpektur Upacara. Upacara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Adapun yang bertugas sebagai komandan upacara adalah Widi Tri Hananto, S.Kom. (Pranata Komputer), Ajudan Ilham Akbar, S.T (CPNS), Pembaca Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Irawati, A.Md. (CPNS),Pembaca Do’a Suparlan (Operator Layanan Operasional). Sedangkan Pembawa Acara adalah Fitria Edryana, A.Md. (CPNS).
