kesekian logonya2

on . Hits: 34

PEMBINAAN DAN DISKUSI HUKUM DENGAN TEMA “PENERAPAN SISTEM MUNASAKHAH DALAM PERKARA KEWARISAN”

OLEH KPTA SURABAYA DRS. H. MOHAMMAD YAMIN AWIE, S.H., M.H.

4

Ketua Pakotama, Wakil Ketua, para Hakim, Panitera dan Sekretaris menghadiri Pembinaan dan Diskusi Hukum Pengadilan Agama se-Koordinator Madiun oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Drs. H. Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H. pada Jum’at, 12 November 2021. Adapun tema Pembinaan dan Diskusi hukum kali ini adalah “Penerapan Sistem Munasakhah dalam Perkara Kewarisan”.

Acara ini dilaksanakan di Grand Hap Kintamani Sarangan Magetan dan dihadiri Ketua beserta Wakil Ketua, para Hakim, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se- Koordinator Madiun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tepat pukul 08.00 WIB acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung.

1

Dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Koordinator Madiun Dr. H. Ahmad Zaenal Fanani, S.H.I., M.Si. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa “tema yang dibahas saat ini sangat menarik dan wajib dipahami oleh hakim dan juga panitera di lingkungan Pengadilan Agama.

Menurut beliau saat ini hanya ada sedikit Hakim yang telah menguasai dengan baik teori munasakhah dalam sistem kewarisan dan hanya sedikit pula yang menerapkan sistem munasakhah. Maka pembinaan dan diskusi hukum kali ini merupakan kesempatan yang baik untuk mempelajari ilmu munasakhah, dengan narasumber Drs. H. Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H. yang merupakan ahli dalam bidang tersebut.

Kemudian dalam sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Drs. H. Mohammad Yamin Awie, S.H., M.H. menyampaikan agar diskusi tersebut dapat menjadi acuan untuk menyamakan persepsi tentang penerapan munasakhah di Pengadilan Agana se- Koordinator Madiun. “Munaskahah adalah pola waris yang terjadi dalam keadaan ada ahli waris yang telah meninggal dunia sebelum adanya pembagian. Namun, dalam praktiknya, disparitas putusan dan penetapan hakim kerap kali dijumpai dalam memberikan hukum atas perkara kewarisan munasakhah ini.”

3

Drs. H. M. Yamin Awie, S.H., M.H. dalam pembinaan tersebut juga menegaskan agar para hakim lebih berhati-hati dan lebih cermat dalam memeriksa perkara serta  menguasai hukum acara agar menghasilkan putusan yang baik dan berkualitas.

Beliau menuturkan bahwa walaupun tidak sama persis persepsi langkahnya karena ada hal atau ranah kebebasan hakim yang menyangkut hukum materil dan sebagainya, menurut beliau hal tersebut bukanlah masalah. “Yang penting kewajiban kita sama. Mewujudkan kepastian dan keadilan. Jadi jangan keadilan tanpa kepastian atau kepastian jauh dari keadilan”.

Kemudian sebelum kegiatan tersebut ditutup, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Dari pembinaan dan diskusi hukum kali ini telah menghasilkan beberapa rumusan yang akan menjadi pedoman para hakim dalam memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara.

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kota Madiun

Jln. Ringroad Barat No. 1 - Madiun

Kode POS 63125

Telp : 0351 - 464854

gmail.png Email Perkara:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

gmail.png Email Umum:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

location.png Lokasi Kantor 

Ikuti Kami di 

facebook_logos_PNG19761.png      instagram_PNG1.png      you-tube-3383601_960_720.png

Tautan Aplikasi

Aplikasi Eksternal

SIPP

E-Court

LPSE

Aplikasi Internal

Validasi Akta Cerai

Komdanas

SIKEP

SIMARI

 

Jam Pelayanan

Pendaftaran Perkara

Senin-Jumat : 08.00 - 12.00 WIB

Pelayanan PTSP

Senin-Kamis : 08.00 - 15.00 WIB

Jumat : 07.30 - 15.00

Istirahat : 12.00 - 13.00

Persidangan

Senin-Kamis : 09.00 - Selesai